Zaman Serba Debat

Sebenernya perdebatan emang udah ada  sejak dulu kala. Bahkan sejak zaman para nabi dan rasul banyak kaumnya yang mendebat dan tidak patuh pada nabinya. Tapi yang membedakan antara zaman dulu dan zaman sekarang adalah semakin majunya media sosial  atau kemunduran seseorang dalam mencerna suatu hal ?

Sebenernya capek juga tiap liat instagram atau timeline line isinya itu lagi itu lagi yang di share temen-temen. Anehnya lagi ada yang muslim tapi anti banget diajak hidup sesuai aturan Allah. Lah piye?

Sejak kemajuan era medsos yang awalnya hanya untuk bertegur sapa atau berkenalan dengan orang baru, sekarang ini banyak disalah gunakan oleh kebanyakan orang. Sejujurnya saya sangat menghindari perdebatan yang jawabannya sudah saya yakini. Seperti yang lagi happening banget yaitu debat tentang agama. Hal ini memang sangat sensitive. Namun saran saya kalau ingin ikut berdebat carilah  sumber  yang terpercaya, akurat, no hoax dll terlebih dahulu.

Satu satunya buku atau kitab yang menjadi sumber terpercaya bagi saya hanya Al-Qur’an. Karena Al-Qur’an bukanlah ciptaan manusia yang dapat ditulis sesuka hati oleh manusia atau direvisi seperti skripsi. Lalu baca hadist-hadist shahih, itu petunjuk hidup banget , serius!

Dulu pemikiran saya yang agak “bebas” dapat dengan mudah percaya dengan teori-teori buatan manusia yang pastinya tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Namun lama-lama saya merasa itu salah dan tidak diterima akal saya.

Setelah saya membaca Al-Qur’an dan memahami artinya ternyata banyak teori-teori yang melenceng dari apa yang Tuhan telah ciptakan. Sungguh aneh tapi nyata. Sungguh aneh kenapa kebanyak manusia sekarang lebih mengagungkan “pikiran manusia” dibandingkan firman Tuhan.

Saran saya lagi untuk muslim dan muslimah yang masih mencari kebenaran, bacalah kitabmu. Adab berbicara, pergaulan, menikah, hidup, mati, hari pembalasan, proses penciptaan manusia, bumi, tata surya, semua yang terjadi di dunia ini lengkap pake banget di jelaskan dalam Al-Qur’an.

Jadikanlah buku bacaan lain hanya sebagai pengetahuan sampingan dan jangan langsung telan mentah-mentah. Sesungguhnya ilmu didunia ini banyak dan tidak ada manusia yang bisa menguasai semua ilmu itu.

Daaan bagi yang masih suka berdebat tolong baca bismillah dulu sebelum nulis (kan di ig sama line) dan yang terpenting jangan mensugesti pemikiran orang awam yang masih mencari kebenaran 🙂 Ingatlah hadist berikut : “Sesungguhnya orang yang paling dimurkai oleh Allah adalah orang yang selalu mendebat.” [HR. Bukhâri, no. 2457; Muslim, no. 2668; dll] (https://almanhaj.or.id/3360-bicara-tanpa-pahala.html)

Advertisements

Bulan Penuh Berkah

ramadan-kareem-images

 

 

Tak pernah sesenang ini ku menyambut mu

Tak pernah sebahagia ini ku menunggu mu

Tak pernah merencanakan apa yang akan ku lakukan sebelumnya

Hanya melaksanakan tanpa tau apa yang hendak ku cari

Tahun ini tak seperti tahun sebelumnya dalam menyambut mu

Tahun ini ku ingin banyak melakukan kebaikan yang selalu ku tahan

Tahun ini waktunya untuk melakukan perubahan

Tahun ini yang diperlukan adalah aksi

Bukan angan-angan belaka yang tak terealisasi

Berbagi, berbagi dan berbagi

Bulan yang penuh berkah adalah waktu yang tepat

Ketika semua pintu surga Nya di buka

Ketika semua pahala dari Nya dilipat gandakan

Tiada yang lebih menggembirakan di banding bulan penuh berkah

 

-YZ-

Ketika Iman Turun

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Hal yang sangat saya takuti yaitu ketika iman sedang diuji dan saya tidak bisa teguh mempertahankan iman saya. Apa yang harus saya lakukan ketika hawa nafsu lebih mendominasi dan iman melemah?

Sebagai manusia ada dimana keimanan kita akan diuji. Karena orang beriman belum disebut beriman kalau ia tidak diuji dan lulus akan ujian tersebut. Namun terkadang godaan setan untuk lebih mementingkan duniawi lebih kuat dan dikala keimanan sedang turun semua godaan setan itu bisa dilakukan.

Setelah proses hijrah ini memang saya lebih pemilih dalam pergaulan, bukan karena saya tidak suka dengan orang tersebut, namun saya takut iman saya yang masih lemah ini akan mudah goyah dan kembali seperti dulu. Karena saya sadar peran lingkungan dan pertemanan sangat berpengaruh dalam proses naik-turunnya iman.

Saya tidak ingin melihat masa lalu, yang saya ingin hanya menjalani hidup sekarang dengan penuh ketaqwaan.

Melakukan dosa kecil mungkin menjadi salah satu faktor keimanan terkikis. Ya, saya sadar akan hal itu, ketika kita berusaha istiqomah namun sulit untuk menghindari dosa kecil yang berkamuflase menjadi kenikmatan dunia. Terkadang pertanyaan-pertanyaan aneh sering terlintas di pikiran, di saat itu kalau saya tidak semakin mendekat kepada Sang Pencipta bisa jadi saya menjadikan pertanyaan itu menjadi pernyataan.

Kepada Sang Pencipta Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang lah saya meminta untuk diteguhkan iman saya di jalan-Nya. Menghindari dosa-dosa kecil yang tanpa saya sadari jika dosa itu rutin dilakukan bisa menjadi pelemah keimanan.

Ya Allah hidupkan kami dengan iman
Ya Allah matikan kami dalam iman
Ya Allah bangkitkan kami dengan iman
Dan masukkan ke surga-Mu dengan iman

-unic : doa iman-

Kenapa Takut?

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ga terasa tahun 2017 udah memasuki bulan April. Entah karena udah “tua” jadi berasa waktu berlalu cepet banget. Terus terlintas dipikiran, selama ini udah ngapain aja? Kenapa waktu bisa berlalu dengan cepat tapi kaya belum melakukan hal apa-apa? Bisa jadi karena belum memanfaatkan waktu itu sebaik mungkin dengan berbuat kebaikan dan melakukan hal yang bermanfaat.

Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri. Kalau flashback ke masa jahiliyah aduh jadi mikir “ kok dulu gue gitu amat ya”. Sekarang baru ngerti kenapa hidayah itu penting banget dan hidayah itu sebenernya udah sering nyamperin dan ngerasa pengen berubah jadi lebih baik, tapi emang iman lemah banget jadi hidayah yang udah tinggal ditangkep itu malah dilepas.

Kalo ga salah sekitar tahun 2014 udah ada sinyal-sinyal menuju kearah memperbaiki diri, tapi ternyata godaan setan lebih menggiurkan. Naudzubillah.

Entah takut dibilang ga gaul, ga kekinian, dan lain-lain yang sifatnya hanya pujian dari manusia, dilepas sudah hidayah itu. Kadang orang ngerasa takut buat nangkep hidayah itu. Karena apa? Ya karena masih mikirin dunia dan anggapan orang. Padahal belum tentu juga orang itu mikirin kita.

Allah Maha Baik. Ternyata bener ucapan orang-orang tentang hidayah. Sekali dapet hidayah dan tetep istiqomah ternyata hidup lebih tentram. Ga mikirin lagi pujian orang yang bisa jadi malah melalaikan diri, intinya ga mikirin urusan dunia yang sifatnya  hanya sementara, karena percaya atau engga dunia itu cuma sebentar banget. Pernah baca “76 tahun di dunia = 1 hari di akhirat”. Dunia itu cuma tempat singgah, perumpamaannya kaya lagi di jalan, ngeliat ada pohon terus istirahat sebentar di bawah pohon sebelum lanjut pulang ke rumah. Nah itulah dunia.

 

 

“Genggamlah dunia di tanganmu & letakan akhirat di hatimu, agar kamu senantiasa teringat akhirat tanpa melupakan dunia.” (Abu Bakar Ash Shiddiq)